[02:49.00]Asap membumbung di atas Jakarta [02:49.00]Tangis pecah di reruntuhan harapan [02:49.00]Wajah-wajah luka di balik etalase [02:49.00]Ketika bangsa membakar dirinya sendiri [02:49.00]Ibu menangis, anaknya tak pulang [02:49.00]Gedung-gedung riuh, tapi sunyi di dalam [02:49.00]Keadilan tak datang, hukum menghilang [02:49.00]Luka dibayar dengan darah dan arang [02:49.00]Katanya ini reformasi [02:49.00]Tapi mengapa kami masih dibakar rasis? [02:49.00]Katanya ini demokrasi [02:49.00]Tapi suara kami mati, tertelan krisis [02:49.00]Ini luka yang bukan fiksi [02:49.00]Ini neraka di negeri sendiri [02:49.00]Bukan hanya soal politik [02:49.00]Ini jerit kaum kecil yang terus dikorbankan [02:49.00]Tahun itu bukan sekadar angka [02:49.00]Itu arwah yang belum diterima [02:49.00]Di rapat-rapat mereka diam [02:49.00]Tapi di hati kami, luka tetap dalam [02:49.00]Di jalan-jalan penuh bara [02:49.00]Kami bukan massa, kami manusia [02:49.00]Yang dipukul, dibakar, disiksa [02:49.00]Karena berbeda rupa dan nama [02:49.00]Ini luka yang bukan fiksi [02:49.00]Ini neraka di negeri sendiri [02:49.00]Bukan hanya soal politik [02:49.00]Ini jerit kaum kecil yang terus dikorbankan